Pendekar Slebor - 25
"Kenapa aku, Andika?" tanya gadis itu sambil memegangi kepalanya. Sedikit pusing.
Kening Andika berkerut, mendengar nada pertanyaan lembut yang dilontarkan Sari. Heran! Rupanya dia bisa juga bersikap lembut. Kalau begitu, apakah Sari harus dibuat pingsan dulu setiap kali ingin melihatnya bersikap lembut?
"Yang jelas, ini gara-gara kau bandel!" sahut Andika. "Makanya, jangan suka meninju kening yang tuaan. Beginilah akibatnya!"
Sari teringat kalau sebelumnya bercanda dengan Andika tadi. Meninju kening Andika dan berlari, karena pemuda itu mengejarnya. Tetapi, oh! Mengapa tahu-tahu tubuhnya terjatuh dan terguling begitu saja? Padahal dia yakin, kakinya tidak tersandung sesuatu.

Unduh
0 Responses

Posting Komentar