Pendekar Perisai Naga - 6. Pemanah Sakti Bertangan Seribu
Tarrr! Tringngng! Bunga api bepercikan ketika bola berduri di ujung cambuk itu berbenturan dengan gada di tangan Ki Sadak Kinang. Orang tua yang telah lama malang-melintang di rimba persilatan itu mengangakan mulutnya. Diam-diam ia merasa kagum merasakan tenaga dalam yang tersalurkan lewat cambuk kulit ular itu. Bola berduri di ujung cambuk yang besarnya tak lebih dari buah kecubung itu mampu mendorong gada batu karang sebesar betis orang dewasa. Padahal golok pun tak akan sanggup berbenturan dengan gada itu.
Unduh
Label: 0 komentar | | edit post
Reaksi: 
Pendekar Mabuk - 91. Tantangan Anak Haram
Perempuan itu tampak berusia sekitar tiga puluh tahun, sedangkan lawan jenisnya berusia sekitar dua puluh tiga tahun. Tetapi pemuda yang bertubuh gempal itu tampak masih hijau dalam hal bercumbu, sehingga butuh bimbingan dari si perempuan yang cukup matang dalam masalah kencan. Pemuda itu menurut saja ketika diperintahkan untuk memindahkan kecupannya ke dada si wanita. Sekalipun pemuda itu masih hijau, tapi semangatnya tampak tinggi dan menggebu-gebu, sehingga si perempuan mengerang berkali-kali menikmati keindahannya.
Unduh
Label: 0 komentar | | edit post
Reaksi: 
Dewa Linglung - 24. Jeratan Ilmu Iblis
melihat sosok tubuh pemuda gondrong itu. "Edan! Kemana perginya monyet itu?" sentak Sura Banga. Ketika itulah dia mendengar suara ringkikan kuda. Pemuda ini tersentak, segera tubuhnya berkelebat memburu ke arah suara itu. Hatinya mencelos karena memikir pemuda konyol itu main gila. Benar saja! Tampak kuda hitamnya berlari cepat ke arah timur. Dipunggung kuda hitam itu menggemblok tubuh si pemuda gondrong. "Hai! Tunggu...!" teriaknya sambil berkelebatan mengejar. Tapi sudah tak keburu lagi, karena kuda yang ditunggangi si pemuda kumal itu telah membedal cepat. Terlalu jauh untuk bisa menyusulnya.
Unduh
Label: 0 komentar | | edit post
Reaksi: