Tampilkan postingan dengan label Siluman Ular Putih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siluman Ular Putih. Tampilkan semua postingan
Siluman Ular Putih - 25. Rahasia Kalung Permata Hijau (SELESAI)
Bagiku.... Cuma ada satu keheranan Tumpahnya mata Lemah lunglainya tulang Berlalunya pengharapan Manakala dirimu tahu Tentang semua ini Maka.... "Sudah! Sudah! Aku malas mendengar ocehanmu, Orang Sinting! Cepat bantu aku!" ujar Putri Hijau, sedikit ketus.
Unduh
Siluman Ular Putih - 24. Wasiat Kematian
"Hm...! Sebenarnya aku ingin sekali menyatroni Siluman Ular Putih. Namun bagaimanapun juga, tak mungkin aku melupakan penghinaan Empat Iblis Merah dari Hutan Seruni. Seandainya saja Dewa Kegelapan tidak menemui ajal di tangan Siluman Ular Putih, ia pun tak akan luput dari ancamanku!" Gembong Kenjeran menghentikan langkahnya. Tampak hatinya masih bingung dengan keputusannya.
Unduh
Siluman Ular Putih - 23. Warisan Agung
"Ah, iya? Kau pasti sedang memikirkan seseorang. Boleh aku tahu, siapa orang yang sedang kau pikirkan, Sobat?" tanya Ratu Adil tanpa bermaksud mencampuri urusan Pembunuh Iblis. Hanya terdorong rasa persahabatannya sajalah yang membuatnya bertanya demikian. "Aku memang sedang gelisah memikirkanmu dan Arum Sari, Ratu Adil. Kenapa kalian selalu tampak akrab dengan Siluman Ular Putih," jelas Pembunuh Iblis, namun hanya dalam hati. "Siapa, Sobat? Apa kau merasa keberatan kalau mengatakan siapa orang yang sedang kau pikirkan?" desak Ratu Adil.
Unduh
Siluman Ular Putih - 22. Hantu Tangan Api
"Cukup! Bagiku semua keteranganmu sudah cukup, Singgih. Sekarang juga akan kucari Pendidik Ulung dan Siluman Ular Putih," sambar Hantu Tangan Api. Belum juga gema suaranya lenyap, Ki Banaspati segera menghentakkan kedua telapak tangannya ke bawah. Seketika, tubuhnya yang tinggi kurus langsung me-lenting melampaui Setan Haus Darah yang masih duduk bersimpuh di tempatnya. Dan begitu menjejakkan kakinya ke tanah, sosok Hantu Tangan Api pun segera berkelebat, lalu menghilang di balik dinding-dinding goa.
Unduh
Siluman Ular Putih - 21
"Ada yang bisa aku bantu, Tuan?" tanya gadis pelayan yang berwajah manis itu penuh hormat. "Tolong sediakan makanan yang cukup dan sedikit arak wangi untukku!" ujar Pembunuh Iblis ramah. "Baik. Harap Tuan bersedia menunggu sebentar," sahut gadis pelayan itu lalu buru-buru masuk ke dalam. Namun baru beberapa langkah si gadis beranjak dari tempatnya, tiba-tiba tangannya yang halus telah ditarik seorang laki-laki kasar dan menariknya dalam pelukan. "Ooouuww...!"
Unduh
Siluman Ular Putih - 20
"Heh?!" Dua Orang Tua Aneh Putih Kelabu itu terbelalak dengan mulut terbuka lebar. Tapi mereka segera memapak dengan pukulan 'Tongkat Penggebuk Iblis' andalan mereka. Wesss! Wesss! Begitu kedua tangan mereka yang menghentak, seketika meluruk empat larik sinar kuning yang diiringi hawa panas bukan kepalang. Lalu.... Blammm! Hebat bukan main bentrokan tiga tenaga dalam tingkat tinggi yang terjadi saat ini. Seketika bumi bergetar hebat laksana terjadi gempa dahsyat. Debu-debu beterbangan memenuhi tempat pertarungan.
Unduh
Siluman Ular Putih - 19
"Heh...?!" Iblis Buta terkesiap kaget. Meski tak dapat melihat, namun pendengarannya yang amat tajam merasakan angin berkesiur menyerang kepala. Saat itu pula tubuhnya segera berkelit ke samping. Sedang telapak tangan kirinya yang telah berubah merah hingga pangkal siku segera menghantam ke depan. "Hea...!" "Eh...?!" Kini gantian Kakek Putih yang kaget bukan main. Ia tadi mengira kalau tongkatnya akan mampu memecahkan batok kepala Iblis Buta. Namun manakala melihat Iblis Buta berkelit dan membalas serangan, tak urung juga hatinya, jadi terperanjat bukan main. Maka tak ada pilihan lain, kecuali harus segera memutar tongkat di tangan kanannya untuk melindungi tubuh. Prakkk! Tongkat di tangan Kakek Putih kontan hancur berkeping-keping begitu terhantam tangan Iblis Buta. Tapi Iblis Buta sendiri pun menggembor keras. Lengan kirinya terasa mau remuk dan nyeri bukan main.
Unduh
Siluman Ular Putih - 18
"Nah...! Begitu dong. Senyum. Kan enak kelihatannya. Tidak cemberut saja seperti nenek-nenek telat buang hajat saja," celoteh Soma tak dapat menutupi perasaan senangnya. "Eh...! Sebenarnya namanya siapa, sih?" tanya Arum Sari, sengaja merubah nada bicaranya selembut mungkin. Namun, diam-diam otaknya terus bekerja keras bagaimana caranya mengakali Siluman Ular Putih. "Ah...! Sayang benar. Rupanya kau belum tahu namaku, ya? Namaku Soma. Kau Arum Sari, kan? Aku tahu namamu dari gurumu tadi," sahut Siluman Ular Putih, ketolol-tololan. Senyumnya sengaja diumbar ke sana kemari. Yah... siapa tahu gadis cantik ini mulai kecantol, pikirnya.
Unduh
Siluman Ular Putih - 17
Di saat Siluman Ular Putih tengah kebingungan, tiba-tiba Tabib Agung yang merasa terganggu dengan percekcokan Rondo Kasmaran dan Putri Manja sudah berdiri tak jauh dari situ. "Yang merasa tidak berkepentingan, baiknya tinggalkan saja tempat ini. Daripada membuat onar di tempatku!" Rupanya cukup manjur juga ucapan Tabib Agung ini. Buktinya, Rondo Kasmaran jadi gelisah sekali. Sebentar-sebentar matanya memandang ke arah Putri Manja, sebentar beralih pada Siluman Ular Putih. Dan terakhir ke arah Tabib Agung. Seperti tak pernah menghiraukan kegelisahan Rondo Kasmaran, kakek penghuni puncak Gunung Perahu itu kembali memeriksa tubuh ketiga orang tamunya. Terkadang kening orang tua itu terlihat berkerut-kerut. Lalu kepalanya terantuk-antuk seperti telah menemukan sesuatu
Unduh
Siluman Ular Putih - 16
"Apa?" lagi-lagi bola mata Bayi Kawak membeliak lebar, seolah tak percaya mendengar ucapan Pelukis Sinting Tanpa Tanding. "Kukira telingamu belum tuli, kan? Aku ingin mencari Pengasuh Setan. Paham?" "Iya. Tapi... tapi...! Bukankah tempo hari kau dapat dikalahkannya dengan mudah? Kenapa sekarang kau malah mencari mati?" "Aku tidak mencari mati. Aku akan membunuh manusia iblis itu, tahu?!" sentak Pelukis Sinting Tanpa Tanding, sengit. "Tahu! Tapi itu sama saja dengan bunuh diri!" "Biar. Lebih baik mati di tangan manusia iblis itu daripada hidup menanggung malu." "Eh...! Ngomong apa sebenarnya kau ini? Tadi katanya ingin mencari Pengasuh Setan, sekarang malu-malu? Kau ini bagaimana, sih? Apa otak tuamu itu perlu dicuci?"
Unduh
Siluman Ular Putih - 15
"Bodoh! Tetap di tempatmu! Apa kau tak ingin menerima hadiahku, he?! Ingat! Seharusnya kau berterima kasih padaku, karena aku akan memberimu hadiah. Tapi kau malah bertingkah! Hayo, cepat tetap di tempatmu!" hardik si kakek ompong. "Enak saja! Badan mau dicorat-coret kok disuruh berterima kasih. Beruntung lagi katanya. Huh!" dengus hati Siluman Ular Putih kesal. "Kalau kau tetap bersikeras menolak hadiahku, terpaksa aku akan memaksamu, Monyet Buduk." "Kau sungguh keterlaluan, Kek. Sudah menyerang kepalaku, sekarang masih mau mencoret-coret tubuhku. Tentu saja aku menolak, Kek."
Unduh
Siluman Ular Putih - 14
"Rupanya kita sama-sama salah paham, ya?" cetus Soma. "Maksudmu?" Putri Sekartaji mengangkat alisnya heran. "Aku telah mencurigai kalau Rondo Kasmaran adalah mata-mata musuh. Kau sendiri menuduhku telah berbuat macam-macam dengan wanita itu. Apa ini bukan salah paham namanya?" papar Soma. Putri Sekartaji memberengut. Entah kenapa tiba-tiba wajahnya merona merah. "Kau menyindirku?' desis Putri Sekartaji. "Eh...! Siapa yang menyindir? Aku tidak menyindirmu. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Atau... jangan-jangan kau memang mencemburui wanita itu?" tukas Soma sambil memperhatikan Putri Sekartaji. "Tidak lucu! Siapa yang cemburu? Mau bermain gila dengan Rondo cantik itu, kek. Mau tidak, kek. Siapa peduli? Itu urusanmu!" sergah Putri Sekartaji ketus. Ketus sekali Bahkan si gadis bergegas keluar kamar.
Unduh
Siluman Ular Putih - 13
Siluman Ular Putih terus memperhatikan sosok tua di atas batu pipih dekat air terjun. "Ah, iya! Kenapa aku jadi pikun begini?" gumam Soma lagi seraya menepuk jidatnya sendiri. Perlahan-lahan Soma mulai bangkit berdiri. Didekatinya tempat Eyang Bromo bersemadi, lalu duduk berlutut di hadapannya. "Terima kasih, Eyang. Lagi-lagi kaulah yang telah menyelamatkanku," ucap Soma penuh hormat. Perlahan-lahan Eyang Bromo mulai membuka kelopak matanya. Dalam jarak dekat seperti ini, paras Eyang Bromo tampak demikian tua penuh kerut-merut. Alis dan bulu matanya berwarna putih, pertanda usianya sudah sangat lanjut. Namun anehnya ia masih memiliki gigi yang putih bersih! "Bangunlah, Cucuku! Jangan terlalu berlebihan padaku! Hanya pada Yang Maha Kuasa sajalah kau patut berlebihan!" tegur Eyang Bromo dengan suara arif.
Unduh
Siluman Ular Putih - 12
Sebagai seorang ahli silat tingkat tinggi, Pangeran Pemimpin tahu kalau pemuda gondrong yang tampak kedungu-dunguan itu memiliki kepandaian hebat. Malah mungkin sedikit lebih hebat dibanding Pelajar Agung. Kenyataan itu membuat hati Pangeran Pemimpin girang bukan main.
"Hea...!"
Dengan menggunakan jurus 'Terjangan Maut Siluman Ular Putih' murid Eyang Begawan Kamasetyo kembali menerjang Pelajar Agung. Sambil menyerang demikian, Siluman Ular Putih terus berusaha menolong Putri Sekartaji dari gempuran para pengeroyoknya. Hal ini tentu saja sangat merepotkan Soma.
Pelajar Agung yang mengetahui perhatian lawan terpecah, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Melalui jurus 'Pedang Pembawa Maut' yang dimainkan dengan menggunakan senjata Kujang Emas, Pelajar Agung meladeni serangan Siluman Ular Putih.
"Jahanam! Itu senjata milik mendiang ayahku Pendekar Kujang Emas. Lekas kembalikan senjata tersebut, Bangsat!" bentak Siluman Ular Putih dengan amarah yang menggelegak.

Unduh
Siluman Ular Putih - 11

"Huh! Kenapa gadis cantik itu boleh makan di sini? Kenapa ia tidak kau usir sekalian?" sungut Soma kesal.
"Karena ia seorang gadis cantik, Anak Muda."
"Memangnya kenapa kalau ia seorang gadis cantik? Apakah biar aku tidak bisa main mata dengannya?"
"Ah, sudahlah. Sebaiknya cepat kau tinggalkan tempat ini" kata pemilik kedai gelisah.
"Baiklah, Paman. Aku akan menunggunya di luar."
"Ya ya.... Tapi sebaiknya tinggalkan saja tempat ini. Berbahaya."
"Bedebah! Belum juga enyah dari hadapan kami, he?!" bentak salah seorang dari keempat lelaki berwajah kasar.
"Iya, iya!" sungut Soma kesal. "Tapi bolehkah kalau aku menanyakan sesuatu pada Paman yang baik ini, Kawanku Yang Galak?" lanjut Soma mengejek
"Bedebah! Kau berani bertingkah dihadapan kami. Apa kau sudah bosan hidup?!" bentak lelaki yang bermuka codet.

Unduh
Siluman Ular Putih - 10
Wuttt! Wuttt!
Plakkk! Plakkk!
Dua kali Dewa Langit mampu menahan tongkat di tangan Peramal Maut dengan telapak tangannya. Sementara Peramal Maut sama sekali tidak menduga kalau Dewa Langit berani menangkis serangan-serangan tongkatnya hanya menggunakan tangan kosong. Dan hebatnya lagi, justru telapak tangan kanannya yang terasa bergetar hebat! Sementara tangan Dewa Langit seperti tak terpengaruh sama sekali.
Geraham Peramal Maut menggeletak mengungkapkan kemarahannya. Kedua pelipisnya bergerak-gerak, diamuk oleh amarah menggelegak. Kemudian....
"Terimalah pukulan ‘Gada Akhirat’-ku ini! Heaaat...!"

Unduh
Siluman Ular Putih - 9
"Baik, baik! Tampaknya kau memang sudah tidak sabar untuk menjalankan perintahku lagi," ujar Iblis Pemanggil Roh seraya mengangguk-angguk. "Sekarang, dengarlah baik-baik. Tugas kali ini cukup berat. Kau harus dapat membunuh pemuda sakti yang bergelar Siluman Ular Putih. Kalau perlu, sekalian sikat gurunya yang bernama Eyang Begawan Kamasetyo di puncak Gunung Bucu! Kau paham? Aku ingin menguasai dunia persilatan!"
Jerangkong tetap tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Ia tetap berdiri tegak di tempatnya, tanpa membuat gerakan apa-apa.
"Nanti kalau kau sudah membunuh kedua orang itu, baru kuberitahukan tokoh-tokoh mana yang harus ditundukkan. Sekarang, mendekatlah! Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu!" ujar Iblis Pemanggil Roh lagi.

Unduh
Siluman Ular Putih - 8
Sepasang mata bulat Datuk Wanoro makin berkilat-kilat penuh kemarahan. Dua sosok yang kini berdiri tak jauh dari tempatnya berusia sekitar empat puluh tahun. Mereka mengenakan jubah berwarna merah darah. Yang sebelah kanan adalah lelaki bertubuh tinggi besar. Wajahnya kasar penuh benjolan kecil. Sepasang matanya tajam. Hidungnya besar dengan kumis lebat melintang. Rambutnya panjang sebahu. Ia tak lain dari Badar Angin.
Sosok di sebelah Badar Angin juga lelaki berjubah merah darah. Tubuhnya kurus kering seperti orang berpenyakitan. Rambutnya panjang keriting dengan kulit hitam legam. Wajahnya tanpa kumis dan jenggot. Siapa lagi tokoh ini kalau bukan Badar Topan?

Unduh
Siluman Ular Putih - 7
"I... iya, Bunda! Meski tidak membantu Siluman Ular Putih, namun sebenarnya kami terus mengamat-amatinya. Dan sewaktu pemuda itu tengah terdesak hebat menghadapi kelima orang pengeroyoknya, kami pun siap pula membantu. Namun sayang, tiba-tiba seorang lelaki tua sakti keburu membantu Siluman Ular Putih. Dan berkat bantuannya pemuda itu pun dapat lolos dari keroyokan. Dan ia langsung menuju Lembah Kodok Perak," jelas Setan Cantik begitu dapat mengendalikan perasaan gugupnya.
Bunda Kurawa menghela napas lega. Baginya, yang penting Siluman Ular Putih dapat melanjutkan perjalanannya ke Lembah Kodok Perak. Dengan demikian ia masih punya harapan untuk mendapatkan Kitab Kodok Perak Sakti.

Unduh
Siluman Ular Putih - 6
Wuttt!
Dan belum sempat ada yang bertindak, tiba-tiba sosok panjang sebesar kelapa itu telah melesat cepat menyerang keempat orang musuhnya! Kecepatan lesatannya sungguh mengagumkan. Belum sempat taring-taring Siluman Ular Putih mengenai sasaran, terlebih dahulu telah berkesiur angin yang bukan main kencangnya!
Gggeeerrr...!
"Hup!"
"Hiaaah...!"
Buru-buru keempat orang pengeroyok Siluman Ular Putih melempar tubuh masing-masing ke kanan dan kiri, sehingga, selamatlah mereka dari terkaman ular raksasa itu.

Unduh