Rajawali Emas - 9

Okkhhh!!"
Mendapati gadis itu jadi kalang kabut sendiri, Penabur Pasir mengeluarkan tawa yang keras.
"Mengapa harus malu, bila keinginan kita bisa bertemu," katanya penuh ejekan dan jakunnya semakin turun naik "Bukankah saling membagi jalan yang terbaik?"
"Celaka! Aku tak mungkin bisa menghajar manusia terkutuk ini dalam keadaan seperti ini?" geram Dewi Berlian sambil melirik pakaiannya yang telah kering. Posisinya dari pakaiannya itu sangat tidak menguntungkan. Rambatan kemarahan karena tubuhnya sempat diraba tadi semakin menjalar tinggi.

Unduh
0 Responses

Posting Komentar