Dewa Arak - 44
"Tataplah mataku, Anak Manis. Tataaap...!" ujar Mata Malaikat dengan suara bengetar
Kedengaran-nya sepele saja ucapan mata Malaikat.
Tetapi, sesungguhnya ada kekuatan yang memaksa Melati untuk menuruti perintah itu. Kepala Melati sangat sukar digerakkan. Dan, sepasang matanya terus terpaku pada sepasang mata milik Mata Malaikat.
Bagaimanakah nasib Melati selanjutnya? Berhasilkah dirinya terlepas dari ilmu gaib Mata Malaikat, seorang datuk sesat yang amat sakti? Atau Melati harus menjadi Tawanan Datuk Sesat tu?
Berhasilkah Mata Malaikat mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang raja? Dapatkah Kerajaan Mandau digulingkan-nya? Dan, bagaimana tindakan Dewa Arak menghadapi datuk sesat itu?

Unduh
0 Responses

Posting Komentar