31
Mei 2013
.jpg)
29
Mei 2013
.jpg)
"Meskipun tanpa ilmu 'Pedang Iblis Jagat Sejati', kita bertujuh masih bisa mewujudkan cita-cita kita, Kakak Gora! Jika kita bersatu, impian kita pasti terwujud," ujar Ger, si bocah bercawat merah. "Kau benar," sambut Gora. "Kita masih memiliki kesempatan untuk menguasai jagat persilatan. Akan tetapi, terlebih dulu kita harus menyingkirkan Raja Petir yang brengsek itu!" Siapakah 9 Bocah Sakti itu? Berhasilkah mereka menyingkirkan Raja Petir? Lalu, bagaimana sikap Raja Petir yang mengetahui sepak terjang sembilan bocah berumur tujuh tahunan yang sangat menggiriskan itu? Dan, bagaimana pula sambutan para pemimpin perguruan yang markasnya dikacaukan oleh kemunculan 9 Bocah Sakti?Unduh
27
Mei 2013
.jpg)
"Kau memang pemuda aneh yang sinting," gumam Rupa Setan sambil melirik sekejap lalu membuang pandangannya ke lautan lagi. Dengan memandang ke arah cakrawala ia bertanya, "Bagaimana dengan usahamu mencari Batu Tembus Jagat itu?" "Berkat doa restumu... aku berhasil." "Padahal aku tidak berdoa untukmu." "Kalau begitu, yang kudengar doa dari guruku dan orang lain. Aku salah duga!" kata Suto sambil melebarkan senyum. Si Rupa Setan masih tetap serius bagai manusia tak bisa tersenyum. "Kurasa sekarang waktunya aku mencari Dewi Kesepian. Apakah kau melihatnya berkeliaran di suatu tempat?"Unduh
25
Mei 2013
.jpg)
Prabu Mandaraka sakit. Dan yang dapat menyembuhkan beliau, hanyalah Batu Kalimaya! Tapi, ketika Sang Prabu mengutus orang-orang kepercayaannya untuk mendapatkan batu pusaka itu, ternyata beberapa dedengkot dunia hitam pun menginginkannya. Karena mereka juga menderita penyakit yang sama. Yaitu, kehilangan kejantanan! Mengapa mereka kehilangan kejantanannya? Dan, siapakah yang berhasil mendapatkan Batu Kalimaya?Unduh
23
Mei 2013
.jpg)
ORANG berjubah itu membawa tubuh Walangi berkelebat menembus hutan. Ternyata yang dituju adalah kearah sebuah telaga yang terletak disisi bukit. Lagi-lagi dia memasuki sebuah tempat rahasia dibalik air terjun. Dengan gerakan ringan dia melompati batu-batu sungai dan lenyap dibalik air terjun. Orang ini membaringkan tubuh Walangi yang terkulai pingsan karena mengendus bau hawa beracun. Dengan gerak cepat dia tempelkan mulutnya ke hidung gadis ini. Kemudian dengan tak ayal lagi lalu menyedot hawa racun yang mengendap di pernapasan dara ini dengan mulutnya.Unduh
21
Mei 2013
.jpg)
"Heh...?!" Iblis Buta terkesiap kaget. Meski tak dapat melihat, namun pendengarannya yang amat tajam merasakan angin berkesiur menyerang kepala. Saat itu pula tubuhnya segera berkelit ke samping. Sedang telapak tangan kirinya yang telah berubah merah hingga pangkal siku segera menghantam ke depan. "Hea...!" "Eh...?!" Kini gantian Kakek Putih yang kaget bukan main. Ia tadi mengira kalau tongkatnya akan mampu memecahkan batok kepala Iblis Buta. Namun manakala melihat Iblis Buta berkelit dan membalas serangan, tak urung juga hatinya, jadi terperanjat bukan main. Maka tak ada pilihan lain, kecuali harus segera memutar tongkat di tangan kanannya untuk melindungi tubuh. Prakkk! Tongkat di tangan Kakek Putih kontan hancur berkeping-keping begitu terhantam tangan Iblis Buta. Tapi Iblis Buta sendiri pun menggembor keras. Lengan kirinya terasa mau remuk dan nyeri bukan main.Unduh
19
Mei 2013
.jpg)
"Berapa jurus yang engkau mau, Setan Ubanan?" "Sepuluh jurus! Kalau dalam sepuluh jurus kau tak mampu menjatuhkan diriku, maka aku tak akan mau menjadi sekutumu," jawab Setan Rambut Putih dengan sombongnya. Ia merasa bahwa Ningrum tak akan mampu menghadapi-nya, apalagi dalam waktu sepuluh jurus. Setan Rambut Putih tidak ingat bahwa di atas segalanya masih ada yang lebih berkuasa yaitu nasib yang telah ditentukan oleh Yang Maha Wenang. Ia juga tak tahu kalau dengan penyatuan Ningrum dengan Dewi Lanjut Ayu akan menghasilkan sebuah kekuatan yang dahsyat. "Tak terlalu lama itu, Setan Ubanan?"Unduh
17
Mei 2013
.jpg)
Melihat lawan sudah menyiapkan ilmu-ilmunya yang lebih tinggi, Panji tidak bertanya lagi. Ia tahu itu hanya akan menambah rasa penasaran di hatinya. Dan bukan mustahil ia bisa lengah karena memikirkan penyebab pertarungan itu. Tentu saja Panji tidak menginginkan hal itu terjadi. ‘“Tenaga Sakti Gerhana Bulan’...?!” desis Kelana. Rupanya Kelana telah mendengar tentang tenaga mukjizat Pendekar Naga Putih. Sosok Panji tampak diselimuti lapisan kabut bersinar putih keperakan. Itu adalah ciri-ciri ‘Tenaga Sakti Gerhana Bulan’! “Hm. .. Mari kita buktikan, apakah tenaga sakti mukjizatmu mampu mengungguli ‘Tenaga Sakti Gelombang Samudera’ milikku ini...!”Unduh
15
Mei 2013
.jpg)
"Dia bersembunyi di balik semak itu, Kakang...." kata Ambarwati. "Benar, Rayi... Dia tengah menyiapkan panah kembali. Dia penembak yang jitu." Orang yang sedang menyiapkan panahnya kembali itu tak lain adalah Pandu, yang sedang mengejar orang-orang yang menculik kekasihnya ke Bukit Kubur. Sebenarnya anak panah dan busur itu adalah untuk berburu, yang setiap saat terikat pada kudanya. Dan sekarang digunakan untuk menghantam kedua manusia dajal yang menculik kekasihnya. Sedangkan yang menculik itu adalah Sura Jaya dan Tugi Sama, dua orang dari Gerombolan Carok dari Barat yang ditugaskan Agung Seta untuk menculik seorang gadis yang akan dipersembahkan pada Datuk Tumbalpala di Bukit Kubur.Unduh
13
Mei 2013
.jpg)
Luruhan abu dari Patung Kepala Singa itu ternyata menyimpan sebuah kutukan. Kutukan masa silam dari perempuan bernama Jala Kunti, yang menyimpan dendam cinta pada Ki Saptacakra, Eyang buyut Pendekar Slebor. Bahkan setelah roh Jala Kunti menitis pada Dewi Selendang Hitam, keadaan menjadi kacau balau. Pendekar Slebor diburu terus menerus dan dia harus menyelamatkan nyawanya. Tetapi, menghadapi titisan Jala Kunti ternyata tak semudah yang diduganya. Kutukan Jala Kunti begitu kuat. Siapakah yang mengetahui cara melawan kutukan tersebut?Unduh
11
Mei 2013
.jpg)
Tidak ada lagi suara yang terdengar. Begitu cepat Arya Sempana mengibaskan goloknya. Akibatnya, dua orang prajurit penjaga itu langsung terkapar tewas dengan darah berhamburan dari dadanya yang terbelah. Arya Sempana segera memanggil Rangga. Kemudian, disingkirkannya tubuh dua orang penjaga itu, dan disembunyikan di balik lekukan dinding batu. “Ayo, Rangga. Cepat kita bebaskan Gusti Adipati,” ajak Arya Sempana. Tanpa berbicara lagi, mereka bergegas menyusuri lorong yang tidak begitu panjang, tapi sangat gelap. Hanya ada beberapa buah obor terpancang di dinding, sehingga tidak memberikan cahaya yang cukup untuk menerangi lorong ini. Mereka lalu berhenti tepat di depan sebuah pintu yang terbuat dari besi baja. Dan tampaknya hanya ada sedikit lubang kotak pada bagian tengah atas pintu itu.Unduh
09
Mei 2013
.jpg)
"Kalau Angin Pesut memang berusaha memusnahkan ilmu di tubuhnya, aku percaya dia bertobat. Tanpa ilmu kita dengan mudah dapat membunuhnya dan mengambil barang-barang pusaka yang pernah dirampasnya!" "Tapa Gedek, enak saja kau bicara. Rupanya kau belum dengar, Angin Pesut tak sanggup memusnahkan ilmu yang dia miliki. Jika dia sendiri tak sanggup memusnahkan ilmu yang ada pada dirinya apa kau mengira kita bakal sanggup membunuhnya?" "Ha ha ha. Jika kita datang ke selatan Kotagede dengan menempuh jalan seorang diri. Kurasa tak satupun dari kita yang bakal dapat keluar dari tempat itu dalam keadaan hidup. Tapi aku yakin jika kita berlima bersatu padu gabungkan kekuatan, masakan kita tak mampu membunuh iblis itu." ujar Tapa Gedek.Unduh
08
Mei 2013
SELAMAT
ULANG
TAHUN
PAK DE CLICKERS
(BAROKALLAHU FI UMRIK)
07
Mei 2013
.jpg)
"Walet Gading." "Edan!" Pandu Tawa menghantam tangan kanannya ke telapak tangan kirinya. Lalu ia tertawa geli sendiri memikirkan hal itu. "Justru aku pergi untuk mencari Yoga, untuk membantu dia dalam mencari seorang gadis yang bernama Walet Gading! Rupanya aku malah sudah sejak tadi bersama Walet Gading?! He he he...." Air telaga yang bening itu berguncang kuat, karena sepasang burung rajawali mendarat di tepian telaga. Merusakkan beberapa dedaunan, menimbulkan angin besar karena kepakan sayap mereka. Yoga dan Lili sama-sama tersenyum geli melihat Pandu Tawa sudah bersama Walet Gading. Lili berkata menyindir kepada Yoga, "Rupanya Pandu Tawa sekarang lebih sakti dari dirimu, Yo! Buktinya dia sudah lebih dulu berhasil menemukan Walet Gading, dan... kelihatannya sudah mampu menjerat hati sang walet."Unduh
05
Mei 2013
.jpg)
Bersama-sama dengan Dewi Bayang-Bayang dan Setan Arak, Pendekar Mata Keranjang 108 berusaha menembus Misteri Hutan Larangan. Setelah terjadi pertempuran, akhirnya terbukalah kedok siapa sebenarnya penguasa Hutan Larangan itu. Mereka adalah tabib berilmu tinggi dari golongan hitam, yakni Restu Canggir Rumekso bersama muridnya yang ganas, Abilowo. Ketika mereka hampir terbunuh, Putri Tunjung Kuning muncul dan membela Abilowo, anak kandungnya sendiri. Lalu, bagaimanakah Putri Tunjung Kuning harus menghadapi tokoh-tokoh golongan putih yang ingin melenyapkan Abilowo?!Unduh
04
Mei 2013
04
Mei 2013
.jpg)
Wanti Sarati dan Duwur saling berhadapan, laki-laki bertubuh raksasa itu nampak semakin pucat wajahnya. Tetapi lain halnya dengan Wanti Sarati. Gadis ini kelihatan masih tenang-tenang saja, meskipun hatinya mulai diliputi perasaan tegang. "Guru...! Perbuatan yang mana lagi akan kau tempuh untuk menyengsarakan semua orang. Kedatanganku kemari bukanlah untuk mempertaruhkan kehormatan orang lain sebagai jaminan keselamatanku. Tak pernah terbayang dalam anganku untuk bertindak sepengecut itu. Hidupku tidak ada artinya bila dibandingkan dengan sekian banyak jiwa yang tercabik-cabik kehormatannya oleh ulah murid kesayanganmu itu...! Aku rela mati demi membantu nisanak ini, daripada aku harus menuruti keinginanmu yang keji...!" tukas Duwur merasa tidak mempunyai pilihan lain.Unduh
01
Mei 2013
.jpg)
Munculnya tokoh-tokoh kembar benar-benar membuat tokoh-tokoh aliran lurus menjadi geger dan berselisih paham. Keadaan semakin bertambah gawat karena masing-masing orang saling curiga mencurigai. Bagaimanakah nasib orang-orang yang menentang Ratu Leak ini? Dapatkah Satu Lahat Bakutuk di rebut kembali? Padahal Ratu Leak telah dibantu adik seperguruannya Tua Tengkorak Mata Api?? Lalu sampai dimana kehebatan jurus Congcorang itu? Simak saja deh!!Unduh