Roro Centil - 24
Dunia Abu Keisel
Dua pisau belati meluncur ke arah leher dan dada Ginanjar yang dilontarkan laki-laki Itu. Namun Ginanjar berhasil mengelakkan diri dengan gerakan lincah. Dan...BUK! lengannya telah menghantam dada orang. Pukulan itu tak terlalu keras, akan tetapi membuat laki-laki pembunuh itu terdorong mundur hingga jatuh terjengkang.
Ginanjar tak berlaku ayal untuk cepat melompat. Lengannya sudah bergerak untuk mengirimkan totokannya. Dia berpendapat harus meringkus laki-laki itu tanpa harus membunuhnya.
Unduh
"Aku tidak bicara mengada-ngada! Tetapi bila kau tidak berhati-hati, Trisula Mata Empat akan mencelakakan kau sendiri!" serunya yang sejenak membuat perempuan berpayudara besar itu mengernyitkan kening.
Namun kejap lain, dia sudah keluarkan dengusan dengan seringaian lebar.
"Permainan anak kecil yang kau paparkan ini, tak ada gunanya bagiku! Dan permainan yang sesungguhnya akan segera dimulai! Betapa senangnya melihat pemilik Trisula Mata Empat tewas di senjata miliknya sendiri!"
Tetap dengan mimik tak berubah, lelaki tua namun bertubuh tegap itu menggeleng-gelengkan kepalanya.
Unduh
Joko Sableng - 35
Dunia Abu Keisel
PANGLIMA Muda Lie bergerak mendekati Baginda Ku Nang. Mulutnya membuka hendak berbisik. Namun mendadak si Panglima kancingkan mulutnya lagi. Se-pasang matanya mendelik.
"Aneh... Meski samar-samar, aku baru saja masih bisa melihat gerakan sosoknya. Tapi sekarang aku ti-dak melihat lagi!" Panglima Muda Lie membatin de-ngan mata terus memperhatikan ke bawah. Dia belum berani mengatakan apa yang dilihatnya pada Baginda Ku Nang. Dia khawatir sosok yang baru saja kelihatan masih terlindungi beberapa jajaran pohon yang banyak bertebaran di sekitar kaki bukit. Namun begitu ditunggu agak lama dan ternyata matanya memang tidak lagi melihat sosok orang, dia beranikan diri buka mulut berbisik.
Unduh