Pendekar Hina Kelana - 29
Wanti Sarati dan Duwur saling berhadapan, laki-laki bertubuh raksasa itu nampak semakin pucat wajahnya. Tetapi lain halnya dengan Wanti Sarati. Gadis ini kelihatan masih tenang-tenang saja, meskipun hatinya mulai diliputi perasaan tegang. "Guru...! Perbuatan yang mana lagi akan kau tempuh untuk menyengsarakan semua orang. Kedatanganku kemari bukanlah untuk mempertaruhkan kehormatan orang lain sebagai jaminan keselamatanku. Tak pernah terbayang dalam anganku untuk bertindak sepengecut itu. Hidupku tidak ada artinya bila dibandingkan dengan sekian banyak jiwa yang tercabik-cabik kehormatannya oleh ulah murid kesayanganmu itu...! Aku rela mati demi membantu nisanak ini, daripada aku harus menuruti keinginanmu yang keji...!" tukas Duwur merasa tidak mempunyai pilihan lain.
Unduh
0 Responses

Posting Komentar