Joko Sableng - 20
Dayang Sepuh tertawa. "Kalau hanya itu keinginan mu, aku tak keberatan memenuhinya! Lagi pula apa untungnya melihat kakek-kakek telanjang bulat?! Hik.... Hik.... Hik...!"
Joko palsu tidak acuhkan ucapan si nenek. Setelah melirik sekilas, dia berkelebat cepat ke arah sendang. Di lain pihak, begitu Joko melesat, Dayang Sepuh balikkan tubuh lalu sambil perdengarkan tawa mengekeh panjang, dia berkelebat tinggalkan tempat itu.
Rupanya Joko palsu tidak melesat menuju sendang, pemuda itu berputar di satu tempat lalu berlari kembali ke arah semula dengan mengambil jalan lain. Namun dia tersentak tatkala sampai di tempat mana Dayang Sepuh tadi berada, ternyata dia sudah tidak melihat si nenek. Bahkan setelah dia berputar di sekitar tempat itu hingga beberapa kali!

Unduh
0 Responses

Posting Komentar