Naga Geni - 23
Dunia Abu Keisel
Mereka lebih kurang sebanyak tiga puluh orang,” bisik Mahesa Wulung kepada ketiga rekannya. “Satu jumlah yang mencurigakan. Sayang kita tak mendengar pembicaraan mereka.”
“Tapi untuk itu kita harus lebih mendekati!” sahut Gagak Cemani menengahi. “Dan dengan kuda-kuda ini, pasti tidak mungkin!”
“Andika berdua dapat mendekati mereka,” Tungkoro ikut berkata lirih. “Biarlah saya dan Sobat Palumpang tinggal di sini menjaga kuda-kuda kita.”
“Hmm, satu usul yang baik,” gumam Mahesa Wu-lung. “Jarak kita dengan pohon beringin tua itu kira-kira sejauh lima belas tombak, dan kita bisa mendekati mereka sampai sedekat lima tombak, asal tanpa mem-buat suara.”
“Bagus. Marilah kita kerjakan, Adi Wulung!” sahut Gagak Cemani yang sudah tidak sabar lagi melihat pemandangan di depannya. Ia ingin segera tahu, siapakah sebenarnya mereka itu? “Dan Sobat Palumpang serta Tungkoro, haraplah berhati-hati.”
Unduh
"Kau benar-beaar keparat, Bocah Tengik!" geram Dedengkot Iblis sambil bersiap-siap untuk menyerang.
"Kau boleh menyebutku keparat, tapi kau harus tahu bahwa perempuan tercantik di bumi ini adalah Nyai Prabawinih!"
"Hahh...?!" Dedengkot Iblis terkejut mendengar nama bekas istrinya disebutkan Pendekar Kembar.
"Siapa kau sebenarnya hingga mengenal nama bekas istriku?"
Unduh
Ternyata Malaikat Berambut Api punya saudara seperguruan. Lalu pertemuannya dengan El Maut membuka tabir misteri yang tidak pernah diketahui oleh Suro.
Kemudian Angku Muda Pasak Langit dengan pedang curian itu menebar bencana kemana-mana. Kerajaan pun dikuasainya. Keadaan benar-benar runyam. Siapa yang mampu merebut pedang tersebut dari tangan tokoh sakti itu?
Bagaimana nasib Dewa Kubu, bagaimana pula dengan Malaikat Berambut Api?
Akankah cinta Gadis dan puteri Saba pada Suro tercapai? Sebuah petualangan yang menegangkan. Yang diwarnai dengan cinta anak-anak manusia! Ikuti saja deh......!!!
Unduh