Joko Sableng - 36
Dunia Abu Keisel
Si nenek berteriak marah. Dia batalkan niat untuk mengejar selendangnya. Sebaliknya belokkan arah menuju sosok Hantu Pesolek yang melayang turun. Kedua tangannya langsung bergerak lepaskan pukulan bertenaga dalam tinggi.
Dua gelombang hitam melesat lalu membesar dan menggebrak ke arah Hantu Pesolek. Hantu Pesolek memandang sekilas pada gelombang yang mengarah padanya. Dan begitu sepasang kakinya menginjak ta-nah, orang ini langsung membuat gerakan berguli-ngan. Saat lain kedua tangannya mendorong ke atas.
Bummmm!
Unduh
"Ajian Cipta Dewa! Heaaa...!" Murti Dewi menghentakkan kedua telapak tangannya ke depan. Pada saat yang bersamaan, I Gusti Kumala segera melenting ke atas menghindari pukulan yang sangat dahsyat itu.
Dalam perjalanannya mencari Pendekar Gila, I Gusti Kumala memang banyak menemui rintangan dan tantangan. Termasuk dari Murti Dewi, wanita cantik berbaju merah itu. Saudara seperguruannya, I Gusti Kastasudra pun terbunuh dalam perjalanan bersamanya dari Pulau Dewata.
Bagaimanakah kelanjutan perjalanan I Gusti Kumala dalam mencari Pendekar Gila? Siapa orang ketiga yang selalu menghambat I Gusti Kumala? Dan, mengapa Murti Dewi sangat dendam pada Mei Lie maupun Pendekar Gila?
Unduh
’’Pendekar Perisai Naga sudah mampus di Jurang Jero puluhan tahun yang lalu! Bagaimana mungkin kau mengaku ngaku sebagai Pendekar Perisai Naga?” kata Mahesa Lawung. Serta-merta ia ingat penjelasan dari Adipati Sorengdriyo tentang Pendekar Perisai Naga.
”Apa kalian dan orang orang yang menyebar cerita itu menemukan mayatnya?” balik Joko Sungsang.
"Ya. Tetapi, pendekar itu umurnya sudah lebih dari empat puluh tahun sewaktu menghilang dari dunia persilatan! Kau? Aku kira tak lebih dari usia anakku!”
Unduh