Mahesa Kelud - 12. Simo Gembong Mencari Mati

Dia ahli obat dan totok, tetapi niatnya jahat.

Unduh
Label: 0 komentar | | edit post
Reaksi: 
Pendekar Naga Putih - 3.

"Sahabat, siapakah kau sebenarnya? Apa maksudmu hendak mencelakai kami?"
"Hoa ha ha..., dengarkan manusia-manusia sombong dari Gunung Salaka, aku adalah Algojo Gunung Sutra, yang akan menuntut balas kematian murid-muridku!"
Santiaji terkejut sekali ketika mendengar orang itu menyebutkan julukan-nya. Mengapa sikap Algojo Gunung Sutra sadis begini? Bukankah beliau orang yang terkenal bijaksana? Rahasia apakah yang menyelimuti semua kejadian ini? Sehingga perguruan Gunung Salaka dan Gunung Sutra saling tuduh atas kematian murid-muridnya?!

Unduh
Label: 0 komentar | | edit post
Reaksi: 
Suro Bodong - 2.

Biar darah melimbah, Suro Bodong pantang menyerah. Biar lawan seribu sakti, Suro Bodong lebih berani. Apalagi mempertahankan pusaka, mungkin ia sanggup berkorbar nyawa.
Tetapi gadis itu cantik. Gadis itu butuh pedang-
nya. Tetapi gadis itu tak mengerti. Gadis itu tak tahu Suro Bodong pemilik-nya.
Lalu orang-orang Kepatihan juga mengejar pedang itu. Untuk apa? Sampai hati mereka menelan korban, bahkan seorang petani tanpa dosa? Pedang Urat Petir melekat erat pada Pedang Jatayu. Itu pertanda perkawinan Suro Bodong dengan Putri Kenanga harus terjadi.
Wouw...! Kok enak?! Bukankah Suro Bodong memburu cinta kepada Ratna Prawesti.

Unduh
Label: 0 komentar | | edit post
Reaksi: 
Pendekar Slebor - 50

Tiga puluh tahun yang lalu, Dewi Ular Hitam berhasil ditundukkan oleh tiga orang
pendekar, walau dengan pertarungan habis-habisan. Kini, setelah tiga puluh tahun menghilang, Dewi Ular Hitam muncul kembali dengan sepak terjangnya yang sangat sadis. Pendekar Slebor pun harus lintang
pukang menghadapi Dewi Ular Hitam yang dibantu oleh kambrat-nya Setan Asap Batu Karang. Bukan hanya nyawa tiga pendekar yang telah mengalahkan Dewi Ular Hitam yang terancam, nyawa Pendekar Slebor pun berada di ujung tanduk!

Unduh
Label: 0 komentar | | edit post
Reaksi: 
Pendekar Pulau Neraka - 18.

"Heh! Dari mana kau tahu tentang diriku?!" "
Aku tahu siapa kau, Pendekar Pulau Neraka. Dan sebalinya kau segera angkat kaki dari sini!" dingin suara wanita itu.
"Siapa kau sebenarrnya?" "Kau tidak perlu tahu siapa diriku!" Bayu tidak sempat bertanya lagi, karena wanita cantik berbaju merah itu langsung pergi. Benarkah wanita itu si Anggrek Jingga? Lalu apa urusannya di desa Coket ini? Apalagi kemunculan si Anggrek Jingga bersamaan dengan terbunuhnya putra kepala desa yang membuat semua orang dicekam ketakutan.
Sementara rasa penasaran Pendekar Pulau Neraka membawanya sampai ke sebuah bangunan candi tua. Apa saja yang ditemui Bayu di candi tua itu? Benarkah dugaan Eyang Palandra bahwa Darah akan Menggenang di Candi Laksa?!

Label: 0 komentar | | edit post
Reaksi: 
Pendekar Hina Kelana - 6.

PUSAKA PENEBUS DENDAM
Oleh D. Affandy
@ Penerbit Mutiara, Jakarta
Setting Oleh: Trias Typesetting
Cetakan pertama 1991

Unduh
Label: 0 komentar | | edit post
Reaksi: 
Dewa Arak - 3. Cinta Sang Pendekar

"Kau harus mampus di tanganku, Dewa Arak!" geram Ki Jatayu setelah mengetahui Arya-lah pembunuh murid yang paling disayanginya!
"Aku pun harus mengambil kitab-kitab yang telah kau curi itu!" bentak Arya tidak mnau kalah. Dia segera mengayunkan gucinya ke arah Ki Jatayu!
Sanggupkah Arya mengambil kembali kitab-kitab pusaka yang telah dicuri oleh Ki Jatayu? Sementara itu ia pun terus mencari pembunuh ibu dan gurunya!
Lalu, berhasilkah Dewa Arak mencari Melati, gadis yang telah merebut seluruh hati dan cintanya! Apakah Cinta Sang Pendekar bersambut? Dan terakhir, siapakah pemuda misterius yang menemani Dewa Arak dalam pengembaraannya kali ini? Ikutilah kisah yang tegang dan dramatik ini. Cinta Sang Pendekar....

Unduh
Label: 0 komentar | | edit post
Reaksi: 
Semua berawal disini

Insya ALLAH semua E-book yang daku punya akan berada disini.
7 komentar | | edit post
Reaksi: